Posted on

Aku Seorang Cacat, Aku Takut Isteriku “Mahu Menikah” denganku Disebabkan Harta Kekayaan Aku. Satu Hari Aku Tak Sengaja Melihatnya Mandi, Malam Itu Juga Aku “Serahkan Semua Wangku” Kepadanya!

Dulu saat masih kecil, aku pernah mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kaki aku. Sebenarnya masih bisa diselamatkan, namun kemampuan medis saat itu belum semodern sekarang.

Waktu kecelakaan, masih ada seorang anak perempuan yang terluka, aku pun menyerahkan kesempatan medisku ke dia, membiarkannya dibawa ke rumah sakit dulu.

Aku Takut Isteriku “Mahu Menikah” denganku Disebabkan Harta.. Satu Hari Aku Tak Sengaja Melihatnya Mandi, Malam Itu Juga Aku “Serahkan Semua Wangku” Kepadanya!

Setelah tumbuh dewasa, aku berhenti sekolah dan bekerja ke kota. Karena cacat,aku hanya bisa memakai kursi roda, sulit sekali untuk mencari pekerjaan. Aku kemudian berjualan barang kecil-kecilan di jalan untuk menghasilkan pendapatan.

Aku Takut Isteriku “Mahu Menikah” denganku Disebabkan Harta.. Satu Hari Aku Tak Sengaja Melihatnya Mandi, Malam Itu Juga Aku “Serahkan Semua Wangku” Kepadanya!

Tidak disangka aku berbakat berjualan. 10 tahun kemudian aku berhasil menabung banyak uang dan hidup berkecukupan. Sudah saatnya menikah, namun setiap kali datang ke acara perjodohan, aku sadar, banyak perempuan yang awalnya memandangku sebelah mata karena kakiku. Namun setelah mengetahui kekayaanku, mereka malah mau bersamaku.

Jadi aku mulai tahu, mereka semua mau bersamaku karena uang-uangku.

Aku Takut Isteriku “Mahu Menikah” denganku Disebabkan Harta.. Satu Hari Aku Tak Sengaja Melihatnya Mandi, Malam Itu Juga Aku “Serahkan Semua Wangku” Kepadanya!

Sampai suatu hari aku bertemu dengan istriku yang sekarang. Ia adalah seorang mahasiswi universitas, cantik dan pintar. Saat menikah denganku ia menandatangi surat perjanjian bahwa ia tidak akan mendapat sepeserpun kekayaanku.

Aku Takut Isteriku “Mahu Menikah” denganku Disebabkan Harta.. Satu Hari Aku Tak Sengaja Melihatnya Mandi, Malam Itu Juga Aku “Serahkan Semua Wangku” Kepadanya!

Karena surat perjanjian itulah aku baru bersedia menikahinya.

Namun dalam hati kecil ini selalu ada kewaspadaan yang tidak bisa hilang. Bagaimana bisa, istriku yang cantik, lembut dan masih muda, bisa mencintaiku dan mau menikah denganku?

Sejak menikah, saat berganti pakaian ataupun saat tidur, aku tidak pernah melihat istriku melepas branya. Katanya di dadanya ada bekas luka yang tidak enak dilihat. Aku juga tidak memedulikan hal itu.

Aku Takut Isteriku “Mahu Menikah” denganku Disebabkan Harta.. Satu Hari Aku Tak Sengaja Melihatnya Mandi, Malam Itu Juga Aku “Serahkan Semua Wangku” Kepadanya!

Sampai suatu hari aku tidak sengaja melihat dadanya yang sedang mandi. Di dadanya ada bekas luka yang tidak asing. Aku tahu asal usul bekas luka itu. Ternyata istriku adalah anak perempuan yang terluka itu.

Aku baru mengerti kenapa ia mau menikah dengan orang cacat sepertiku, walaupun keluarganya telah melarang. Aku sangat terharu, sampai air mataku tak tertahankan lalu bercucuran keluar.

Malam itu, aku merobek surat perjanjian itu, dan menyerahkan surat-surat bukti kepemilikan harta kepadanya, membiarkan ia mengurus keuangan keluarga. Menurut kalian, keputusan aku sudah benar belum?

Aku Takut Isteriku “Mahu Menikah” denganku Disebabkan Harta.. Satu Hari Aku Tak Sengaja Melihatnya Mandi, Malam Itu Juga Aku “Serahkan Semua Wangku” Kepadanya!

Dalam pernikahan, suami istri harusnya menikah dalam ketulusan. Jangan karena alasan harta benda, ataupun kekuasaan, kamu lantas menyerahkan hidup pada seseorang, hidup bersamanya. Jangan pernah sia-siakan hidupmu untuk orang yang tidak kamu cintai, janganlah menikah demi harta yang hanya bersifat duniawi.

Jangan lupa, salinglah percaya pada suami atau istri anda, bangun kepercayaan di antara kalian. Karena tetap saja, pernikahan akan lebih bahagia bila dijalani atas dasar cinta, ketulusan, dan saling percaya.

Kepercayaan lah yang mengokohkan fondasi pernikahan, ketulusan lah yang menghangatkan rumah tangga.

Sumber: funny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *